(Ngebolang) Day 4 Ehime - Matsuyama Castle

Pagi itu saya bangun sekitar jam 5 pagi, membuka mata dan melihat ke sekeliling kamar hotel, tersadar kalau saya lagi di Ehime, menikmati liburan.
 
Setelah cuci muka, menyikat gigi dan sholat subuh, saya mengambil handuk dan kunci kamar lalu menuju onsen (pemandian air panas). Hotel tempat menginap selama di Ehime punya onsen di lantai paling atas.
 
Saya sengaja berendam di onsen pagi-pagi banget, supaya masih sepi. Karena kebanyakan orang Jepang mandi berendam malam hari. Onsen wanita dilengkapi kunci otomatis dan password khusus, jadi bisa berendam dengan tenang dan nyaman meski di tengah malam atau pagi buta.
 
Perkiraan saya ternyata benar!
Pagi itu di onsen cuma saya sendiri. Hore!
 
10 menit berlalu setelah saya mulai berendam di onsen, datang satu orang yang juga mau berendam. Mungkin mbak ini juga kepikiran sama, berendam pagi-pagi banget supaya sepi 😊
Saya keluar dari onsen setelah 15 menit berendam, lalu lap badan, ganti baju dan pake skincare gratis yang disediakan hotel.
 
Sekitar jam 7 pagi, saya menuju lounge hotel untuk sarapan.
Sarapan buffet di hotel memang selalu yang paling ditunggu. Pagi itu banyak tamu hotel dari Negeri Tirai Bambu yang memenuhi lounge untuk sarapan. Saya ngga bisa bedain Bahasa Mandarin, mungkin saja mereka dari Taiwan, Hongkong atau Singapore, karena yang saya dengar mereka berbicara bahasa yang sama dengan bahasa dari Negara-nya Panda.
 
Setelah selesai sarapan, saya kembali ke kamar, ganti baju dan bersiap untuk perjalanan meng-eksplore Ehime di hari kedua. Hari ini saya akan berkunjung ke Matsuyama Castle.
 
Entah kenapa, setiap berkunjung ke kota baru di Jepang, saya selalu berakhir di kastil. Mungkin karena kastil-kastil tua ini seperti punya cara sendiri untuk bercerita tentang masa lalu. Di Ehime, giliran Matsuyama Castle yang saya datangi. 
 
Matsuyama Castle termasuk salah satu dari sedikit kastil asli yang masih bertahan di Jepang, sehingga nilai sejarahnya pun cukup tinggi.
Selain bangunan kastilnya yang indah, tempat ini juga terkenal karena pemandangan Kota Matsuyama yang bisa dinikmati dari area puncak kastil.


Kastil ini berdiri di atas bukit di pusat Kota Matsuyama. 
Dari bawah saja sudah tampak megah, membuat saya sempat berpikir, "Ya ampun, nanti naiknya bagaimana?" Padahal saat melihatnya dari Mbah Gugel, saya hanya fokus pada fotonya yang cantik. Seperti biasa, kenyataan tentang tanjakan baru saya sadari belakangan.
 
Di pintu masuk Matsuyama Castle, kita akan dipandu oleh petugas untuk beli tiket transport menuju puncak kastil. Ada dua mode transportasi, yaitu cable car dan ropeway. Owalaah, ternyata gitu cara naik sampai kastil.


Karena pengen sendiri sambil ngelamun selama menuju kastil, saya pilih ropeway. Selama di ropeway, saya bisa melihat Kota Matsuyama perlahan semakin kecil. Atap rumah, gedung-gedung, dan jalan raya mulai terlihat seperti miniatur.

Saya bersenandung kecil sambil menggoyangkan kaki seperti anak kecil yang baru pertama kali naik wahana, sibuk mengambil foto dan video dari berbagai sudut meski hasilnya nanti kemungkinan besar mirip semua.


Turun dari ropeway, saya masih harus jalan menanjak untuk benar-benar sampai ke gerbang kastil. Sepanjang jalan sudah diaspal dan banyak pohon yang bikin adem, jadi enak buat jalan santai. Tapi sebaiknya pakai sepatu dan outfit yang nyaman, supaya ngga rempong.
 
Karena Matsuyama Castle berada di puncak bukit, sebelum masuk ke area kastil, kita bisa melihat pemandangan Kota Matsuyama dari atas. Beruntung hari itu cerah, sehingga Kota Matsuyama terlihat jelas dan indah. Entah berapa banyak foto dan video yang saya ambil, padahal nyampe gerbang kastil pun belum😆



Begitu memasuki kastil, petugas di sana meminta untuk mengganti sepatu dengan sandal yang sudah disediakan. Sepatu yang kita bawa disimpan di loker yang bisa dikunci.
 
Petugasnya kocak.
Dari saya datang sampai selesai ganti sandal, beliau terus berseru dengan suara lantang: "Ganti sepatu! Pakai sandal yang hijau! Sepatunya simpan di loker! Dikunci ya! Jangan lupa dikunci!"
Kalimat yang sama terus diulang tanpa henti.
Rasanya kalau saya berdiri di sana lima menit lagi, beliaw mungkin masih akan meneriakkan hal yang sama.

Benteng sudah kami kuasai, Yang Mulia!
 
Setelah memasuki bangunan utama kastil, saya seperti dibawa masuk ke masa lalu.
Hampir setiap ruangan memiliki pajangan dan informasi mengenai sejarah Matsuyama Castle serta para penguasa yang pernah memerintah wilayah ini.
 
Di beberapa area, saya melihat berbagai lambang keluarga (kamon) yang dulu digunakan oleh klan-klan Jepang sebagai identitas mereka. Bentuknya beragam dan cukup menarik untuk diperhatikan satu per satu. Awalnya saya hanya lewat sambil melihat-lihat, tetapi lama-kelamaan malah berhenti cukup lama karena penasaran dengan desainnya yang unik.

Kamon atau lambang keluarga

Salah satu spot yang cukup ramai adalah area foto bertema zaman samurai. Pengunjung bisa berfoto dengan latar yang dibuat menyerupai ruangan penguasa Jepang pada masa lampau. Saat melihat hasil fotonya, saya langsung merasa seperti sedang menjadi tokoh dalam drama sejarah Jepang.
 
Sayangnya perasaan menjadi shogun yang berwibawa itu hanya bertahan beberapa detik, sebelum saya kembali sadar bahwa saya hanyalah turis yang sedang ngebolang sambil ngegembol tas ransel.



Di ruangan berikutnya terdapat berbagai koleksi perlengkapan perang yang pernah digunakan pada masa lalu. Ada katana, senapan kuno, baju zirah samurai, hingga perlengkapan tempur lainnya yang dipajang di balik kaca. Melihat benda-benda tersebut dari dekat membuat saya kembali menyadari bahwa sejarah yang selama ini hanya saya baca di buku ternyata benar-benar pernah terjadi.
 
Beberapa baju zirah bahkan terlihat cukup berat, membuat saya bertanya-tanya bagaimana para samurai bisa bergerak lincah sambil mengenakan perlengkapan sebanyak itu. Selain itu, ada katana yang bisa kita pegang langsung, sehingga kita jadi tahu seberapa berat katana yang asli.


 
Jadi kepikiran, di Kimetsu no Yaiba, Tanjiro, Zenitsu dan yang lainnya lari-lari kejar-kejaran sama Oni (demon) sambil bawa katana, sambil ngeluarin jurus, kebayang pasti berat banget!
 
Saat mencoba katana asli, dalam hati saya berseru,
Kaminari no Kokyu, Ichi no Kata, HEKIREKI ISSEN!
(Thunder Breathing, First Form: Thunderclap and Flash)
 
Untung saja saya cuma membatin.
Kalau sampai teriak beneran, mungkin saya sudah dipersilakan keluar dari kastil dengan hormat🤣

Lha, lha, lhaa, kayaknya kenal poster yang dipojokan!!

Setelah terus menaiki tangga yang semakin sempit, akhirnya saya tiba di lantai paling atas kastil. Jujur saja, bagian inilah yang paling saya tunggu-tunggu.
 
Seluruh jendela di sekeliling ruangan terbuka, sehingga pengunjung bisa menikmati pemandangan 360 derajat ke segala arah.
Dari atas sana, Kota Matsuyama terlihat membentang luas dengan latar pegunungan di kejauhan. Angin bertiup cukup kencang, suasananya terasa tenang,
dan untuk beberapa menit saya hanya berdiri diam menikmati pemandangan. Rasanya semua tanjakan dan anak tangga yang harus dilewati terbayar lunas di tempat ini.

View dari puncak castle

 Saya sudah melihat banyak foto Matsuyama Castle sebelum berangkat ke Ehime. Namun seperti banyak tempat lain yang pernah saya kunjungi, foto ternyata tidak pernah benar-benar bisa menggambarkan suasananya.
 
Berdiri di puncak kastil, memandang Kota Matsuyama dari balik jendela kayu yang sudah bertahan selama ratusan tahun, memberi pengalaman yang berbeda.
Bukan hanya soal melihat bangunan bersejarah, tetapi juga tentang merasakan bahwa saya sedang berada di sebuah tempat yang telah menyaksikan begitu banyak cerita jauh sebelum saya lahir.
 
Saya meninggalkan Matsuyama Castle dengan hati senang dan galeri ponsel yang isinya sudah hampir 80% foto kastil dari berbagai sudut bersama nendoroid kesayangan saya.
 
Perjalanan hari itu tentu belum selesai.
Tujuan utama saya sebenarnya masih jauh di depan sana: Aoshima, sebuah pulau kecil yang dihuni lebih banyak kucing daripada manusia.
 
Namun ternyata perjalanan menuju pulau tersebut menyimpan cerita yang jauh lebih seru daripada yang saya bayangkan. Jadi, mari kita lanjutkan petualangan ini di postingan berikutnya.

Sampai jumpa di kereta tujuan Iyonagahama! 🚃🐱



Comments

Popular posts from this blog

Wild Heroes

[My Favorite] : yang akhir-akhir ini bikin kecanduan

Kumiai