Posts

Showing posts from 2018

[Slice of Life] : pohon maple dan cemara yang sedikit basah

Seorang teman kuliah yang “berjasa” mengenalkan aku dengan Arashi tiba-tiba mengabarkan kalau dia lagi di Jepang. Entah karena dia memang lagi berlibur atau ada tujuan lain, yang pasti dia lagi di Jepang. Anehnya dia tidak mengabarkan apapun sebelumnya, tahu-tahu sudah ada di Jepang. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan bertemu sahabat, aku pun janjian dengannya di suatu restoran/café. Sebuah tempat yang bernuansa kental dengan adat tradisional Indonesia, mungkin lebih ke Jawa atau Bali, adalah tempat yang kami pilih untuk janjian ketemuan. Tempat itu berupa sebuah rumah berukuran sedang, dengan beberapa kursi dan meja untuk para pelanggan seperti kebanyakan restoran pada umumnya. Kursi dan meja semua terbuat dari kayu jati seperti yang sering kita lihat di rumah-rumah tradisional ala Jawa. Di dalam restoran itu banyak sekali tanaman yang menghiasi ruangan, dan hampir semua tanaman yang sering ditemui di halaman rumah di Indonesia. Saking banyaknya tanaman hias, b...

[Work] : bahasa jepang dan orang Vietnam

Karena di tempat kerja yang sekarang banyak orang Vietnam, seringkali aku memperhatikan cara mereka bicara. Terutama saat mereka bicara dengan Bahasa Jepang. Sebetulnya orang-orang Viet ini Bahasa Jepang-nya bagus, dan selalu menggunakan grammar yang baik dan benar, yang orang Jepang asli saja belum tentu pakai, tapi sayangnya pelafalan mereka sedikit asing di telingaku, sehingga kadang aku nggak ngerti apa yang mereka ucapkan dalam Bahasa Jepang. Dari analisis sotoy saya selama kurang lebih satu bulan kerja bareng orang-orang Viet, kira-kira begini pelafalan mereka saat ngomong pake Bahasa Jepang. (yang sebelah kiri pelafalan yang benar, sedangkan yang sebelah kanan pelafalan dari lidah orang Vietnam) Hitotsu   →   Hitochu Juken  →   Zuken “Tsu” jadi “Chu”, dan “J” jadi “Z”. Ada pelafalan yang lain juga sih, tapi dua itu yang sering keluar. Dari dua pelafalan yang amat sangat beda itu aja udah bikin puyeng. Ditambah lagi pelafalan mer...

[Slice of Life] : mimpi

Selama beberapa bulan terakhir ini hampir tiap hari aku memimpikan orang-orang yang aku kenal. Yang paling sering, bahkan hampir tiap malam datang dalam mimpiku adalah keluarga dan teman. Mereka datang bergantian tiap malam. Misalnya, dua malam yang lalu mimpi sedang ngobrol sama Ayah, meski ujung-ujungnya kita bertengkar dan diem-dieman dalam mimpi. Yang bikin aku merasa bersalah ketika bangun^^ Lalu kemarin malam aku mimpi ketemu teman-teman kuliahku. Kami berpelukan karena sudah lama tidak bertemu, lalu ngobrol, makan bareng dan foto bareng. Oiya, setelah sholat aku tidur lagi, dan kali ini yang datang menghampiriku dalam mimpi adalah Ibu. Ceritanya aku punya rejeki lebih dan membelikan Ibu rumah baru yang baguuuus (amiiin   J ) dan banyak saudara serta tetangga yang datang untuk berkunjung. Rumahnya cukup besar dan bersih, tapi agak jauh dari keramaian. Yang paling kuingat saat berada di rumah baru itu, aku mengeluh dalam hati betapa repotnya member...

[Slice of Life] : berisik

Pagi ini, orang Sales di kantor yang biasa “ngurusin” segala keperluanku ngirim e-mail. Dia bilang katanya ada komplain dari tetangga yang tinggal di lantai bawah apartment-ku kalau aku berisik. Suara berisik yang mereka komplain adalah suara orang jalan yang kedengeran sampai lantai bawah. Begitu baca e-mail itu, aku cuma bisa nyengir. Mereka nggak salah sih, cuman kalo boleh kukoreksi itu bukan suara orang jalan atau langkah kaki. Lagian gue kalo jalan mah santey beud, nggak grasak-grusuk kayak orang Jepang, apalagi sampai bikin gaduh. Malahan kadang rada ngesot kalo lagi males gerak :D Yang benar adalah itu suara gue lagi stretching pagi. Di dalam stretching itu ada beberapa gerakan yang mengharuskan aku lompat-lompat dan lari di tempat. Mungkin saat itulah suaranya gaduh dan kedengeran sampai bawah. Iye iye, gue minta maaf buat penghuni di bawah. Besok-besok gue ganti gerakan stretching-nya, jangan lari atau lompat deh. Ganti jadi terjun dari at...

[Slice of Life] : rumah dan pindahan

Dalam satu tahun terakhir ini, aku pindah tempat tinggal sampai 4 kali! Rekor! *potong pita* Di Indonesia aja nggak segitunya, bahkan pernah selama 4,5 tahun tinggal di kosan yang sama. Dari keempat apartement yang aku tinggali itu banyak yang terjadi tentunya, baik itu kenangan manis atau pahit.   #uhuk dan tentunya plus-minus dari masing-masing apartement itu. Sekadar flash back dan mengingat kembali apa saja kenangan-kenangan itu, mari kita bahas satu persatu. * mumpung gue lagi magabut kagak ada kerjaan, dan Bos lagi dinas selama 3 hari * * dilempar staples * (1)      Chofu, Tokyo Ini tempat tinggal pertama ketika baru nyampe di Jepang dan masih kerja di tempat lama. Tempat tinggal berupa mansion sederhana di lantai satu dan sebelahan langsung sama office, plus tetanggaan pula sama si Bos Jepang kala itu. Jadi, kalo Bos ane lagi boring dan di rumahnya nggak ada siapa-siapa lantaran anak sama istrinya belom pulang kerja, sedangkan di...

laptop, tiket pesawat dan peraturan perusahaan

Setelah sekian lama, akhirnya bisa ngeblog lagiiii!!! *potong tumpeng* FYI, saat ini ane masih belum bisa ngulik blog pake lapie, karena lapie tersayang masih di Indonesia, dan kerjaan yang sekarang kagak perlu bawa-bawa lapie ampe rumah, jadinya saya hidup tanpa lapie selama beberapa bulan ini. Baidewey, postingan ini ane tulis di lapie kantor, dengan cara ngetik materi postingan di sela-sela jam kerja * diselepet dokumen sama Bos *, lalu dikirim ke e-mail pribadi dan baru diposting begitu udah di rumah pake henpon. Kenapa kagak posting aja langsung pas di kantor? Pasalnya, tempat kerja yang sekarang KETAT BANGEDH melebihi ketatnya legging loreng yang dipake emak-emak waktu senam Minggu pagi di depan department store.   Ketat banget soal akses internet dan penggunaan henpon pribadi. Cuma manager doank yang dikasih akses internet, sedangkan apalah beta inih hanya rakyat jelata, sehingga sama sekali nggak bisa akses internet selama di office. Bahkan gugel tr...

[Work] : I miss my old job...

Kemarin salah seorang staff kantor dari Sales Division mengirim e-mail yang berisikan kalo kerjaanku di office Shinjuku bakal selesai hari Jumat ini. FYI, di kerjaan yang sekarang, meski masih sebagai interpreter dan translator, tapi aku kebanyakan kerja di office perusahaan lain alias nggak berkutat dan duduk di meja kerja office sendiri. Head office perusahaan tempat ane kerja sekarang sebetulnya ada di area Marunouchi, sebelahan sama Tokyo Station. Tapi ya itu, karena yang butuh interpreter itu biasanya klien dari perusahaan lain, jadi akik kerjanya di kantor orang. Nah, si mbak Sales ini bilang katanya kerjaan di office Shinjuku, di salah satu perusahaan software, selesai di minggu ini. Alasannya karena orang India yang memerlukan translator bakal balik ke negaranya di akhir minggu ini. Bicara-bicara sama klien sih katanya mereka tetep pengen keep ane di office mereka sebagai translator, tapi pengganti orang India itu baru datang akhir November nanti, yang berarti gue...

[Work] : Training Karyawan Baru di Jepang

Di Jepang, jika kita diterima jadi karyawan baru, baik itu fresh graduate ataupun pindahan dari perusahaan lain, maka hari-hari pertama kerja akan diisi dengan berbagai macam training. Lamanya training tergantung dari kebijakan perusahaan itu sendiri, tetapi biasanya makan waktu 3 sampai 7 hari, bahkan ada yang training di luar kota kayak sekalian outbond gitu. Awal bulan Agustus lalu, aku diwajibkan mengikuti training karyawan baru di tempat kerjaku yang baru. Lama training-nya 7 jam sehari selama 3 hari berturut-turut. Selama training kita diwajibkan berpakaian formal, pake kemeja lengan panjang plus blazer atau suit style dan bawahan celana formal atau rok untuk perempuan (tapi cewek-cewek yang ribet pake rok kayak sayah bisa pake celana juga). Bulan Agustus lalu, musim panas lagi ganas-ganasnya menghampiri Jepang terutama Tokyo dan sekitarnya. Pagi-pagi berangkat training aja udah keringetan, padahal masih jam 7-an. Ditambah lagi kudu pakai pakaian formal yang puan...