Miom Rahim
Hampir enam bulan sejak saya didiagnosa punya Fibroid Rahim—atau Miom Rahim, kalau mau pakai istilah yang lebih familiar. Kalau baru pertama kali dengar, silakan tanya Mbah Google. Saya pun begitu waktu pertama kali dikasih tahu. Semua berawal di akhir April 2025, musim semi yang harusnya indah tapi buat saya malah penuh drama asam lambung. Beberapa bulan sebelumnya, asam lambung saya makin parah sampai saya bangun tiap pagi bukan karena alarm, tapi karena dada panas, tenggorokan gatal, batuk kering, dan gas berlebihan. Saya pikir itu cuma maag biasa. Saya minum obat apotek, berharap sembuh. Ternyata tubuh saya punya plot twist. Saya akhirnya ke klinik spesialis lambung. Dokternya bilang perut saya keras dan menggelembung. Saya disuruh endoskopi. Hasilnya? Ada banyak “garam” di lambung saya. Saya tidak tahu itu garam jenis apa, tapi fotonya terlihat seperti glitter pesta ulang tahun. Dokter bilang itu penyebab gas dan asam lambung berlebih. Oke, masuk akal. Tapi lalu dokter ...