Cerita di kafe hari ini
Pagi ini saya nongkrong di sebuah kafe dekat rumah sambil nunggu jadwal periksa mata. Rencananya mau bikin lensa kontak baru, biar hidup saya sedikit lebih fokus—secara harfiah maupun batiniah. Tapi karena masih ada waktu, saya mampir dulu ke kafe buat update blog. Begitu masuk kafe, saya langsung menjalankan ritual nongkrong versi saya: cari tempat duduk mojok. Kalau mojoknya penuh atau mepet banget sampai pemandangannya cuma tembok putih, saya tetap oke duduk di tengah. Untungnya orang Jepang biasanya tidak rese dan tidak berisik, jadi meja tengah pun masih terasa seperti ruang pribadi. Setelah duduk, saya pasti pesan kopi andalan kafe tersebut. Kalau mereka terkenal dengan latte, saya pesan latte. Kalau mereka punya house blend, saya pesan itu. Dan selalu dengan extra shot, karena hidup sudah cukup hambar tanpa kopi yang kuat. Biasanya saya pesan minuman panas supaya rasanya tidak jadi encer kalau didiamkan lama. Tapi hari ini panas banget—mu...