Posts

Showing posts from April, 2016

cerdas

Orang cerdas adalah mereka yang bisa menjelaskan sesuatu yang rumit sekalipun dengan bahasa paling sederhana dan bisa dimengerti oleh semua orang. Bahkan oleh anak kelas 5 SD sekalipun. Jadi, mau sepintar atau sepanjang apapun gelarmu, sebanyak apapun pengalamanmu, setinggi apapun jabatanmu, kalau orang lain tidak mengerti apa yang kamu ucapkan, atau kamu tidak bisa menyederhanakan bahasa yang kamu sampaikan, percuma.

salary dan beban kerja yang tidak seimbang

13-Apr-16 Jadi ceritanya sejak dua bulan lalu kantor kita kedatangan sekertaris baru (kita sebut saja dia Mawar), cewek, usia 34-an, orang Jepang tapi nikah sama orang Indonesia dan menetap disini. Meski tittle-nya sekertaris untuk Presdir, tapi dari segi jobdesk HARUSNYA dia ngehandle interpreter/translate, keperluan para expatriat Jepang tidak hanya Presdir, tapi semua orang Jepang mulai dari tiket pesawat, kartu kredit, booking hotel, golf sampai pritilan-pritilan lainnya. Sebelum si Mawar ini datang, posisi sekertaris mengalami kekosongan selama kurang lebih 2 bulan dan mau tidak mau aku yang harus handle semua kerjaannya. Kerja dua kali lipat, dengan salary tetap dan fasilitas begitu-begitu aja. Yah, anggaplah loyalitas dan tetap bersyukur dengan apa yang didapat karena di luar sana masih banyak orang yang lebih kekurangan dari kita #uhuk. Kembali ke si Mawar, setelah dia datang akhirnya aku bisa bernapas lega karena bebanku berkurang dan aku bisa kembali ke kerjaanku...

sendiri

11-Apr-16 Aku suka pergi belanja sendiri, karena tidak perlu khawatir ada orang yang kesal menungguku belanja lama-lama. Aku suka pergi makan sendiri, karena bisa makan di tempat yang kusuka. Aku suka ke bioskop sendiri, karena bisa menikmati film tanpa harus terganggu. Aku suka nongkrong ke cafe sendiri, karena bisa menikmati kopi kesukaanku sambil menulis blog atau baca Aku suka traveling sendiri, karena bisa membuatku lebih mandiri dan menjelajah sesuka hati. Tapi, Aku tidak suka saat harus bekerja sendiri, tanpa support, tanpa bantuan, tanpa ada orang yang bisa diajak diskusi. Aku cuma manusia biasa, bukan wonder women yang bisa menghandle semua kerjaan seorang diri. Dulu, tiga orang interpreter dan satu orang sekertaris, termasuk aku total lima orang saling support dan menjadi satu team. Pulang malam, audit dua minggu berturut-turut, dokumen bertumpuk, dimarahi bos, meeting sepanjang hari pun kami jalani bersama, sambil sesekali bercanda dan curhat. Ada teman berbagi. S...

muak

8-Apr-16 Saya muak dengan president director yang egoisnya kebangetan dan cuma mau menang sendiri, muak ketika dia dengan sok berkuasa memerintah ini-itu tapi sebaliknya hanya bisa diam di kandang dan ketakutan sendiri ketika harus berhadapan dengan ketua serikat.  Muak ketika dia dengan seenaknya memarahi bawahannya sendiri sampai mempermalukannya di depan banyak orang tapi dia sendiri menunduk-nunduk dan menjilat ketika berhadapan dengan CEO dari Jepang. Muak ketika dengan diktatornya melarang karyawan minum air mineral botol yang disediakan perusahaan dengan alasan cost down, padahal harga air minum botol hanya 4000perak, sedangkan dia dengan hedonnya membeli karangan bunga seharga jutaan rupiah hanya untuk dipajang di lobi di pagi hari dan kemudian dibuang sore harinya. Saya muak dengan sekertaris baru presdir yang selalu sok sibuk, apalagi ketika diminta tolong untuk support translate selalu dia tolak dengan seribu alasan, padahal actualnya kerjaan dia hanya book...

Nara; Mari Melihat Rusa!

Image
writen at 4-Apr-16 [12-Mar-16] Karena hari ini rencananya hanya explore Nara dan pergi agak siangan, kedua bolang yang biasanya udah siap dari subuh, pagi itu masih selimutan dan bermimpi indah. Setelah sholat subuh pun, bukannya mandi, udara Osaka yang dingin menusuk membuatku kembali ke balik selimut. Sekitar jam 8, kedua bolang sudah mandi dan siap melanjutkan petualangannya di hari ke-3. Sebetulnya, di itine rencananya kami mau ke Kobe. Tapi, mengingat kondisi kaki yang gempor, sisa mendaki dari Fushimi Inari kemarin masih nyut-nyut-an, maka itine pun kami ubah ke area yang lebih dekat : NARA! Dari Osaka, tepatnya Morinomiya kita cukup pake kereta sekitar 10 menit menuju Nara Station. Di Nara Station, sama seperti saat di Kyoto, kami memutuskan untuk menggunakan One Day Pass seharga 500 Yen (sekitar 50ribu rupiah). Setelah One Day Pass ditangan, para bolang langsung menuju peta dan mencari  sweeper jangan mencuri  destinasi pertama yang akan dikunjungi...

your gesture

30-Mar-16 Aku suka melihatmu di pagi hari dengan mata masih mengantuk dan baju sedikit kusut. Aku suka melihatmu mengacak-acak rambutmu sendiri ketika kebingungan atau pusing menghadapi sesuatu. Aku suka warna rambutmu yang kecoklatan, apalagi kalau kupandangi dari belakang. Aku suka matamu, meski tidak begitu besar karena menandakan kamu adalah penduduk dari negeri sebrang. Aku suka melihatmu saat berpikir sambil memasukkan tangan ke dalam saku. Aku suka melihat kemeja pink-mu yang imut dan cocok dikenakan olehmu. Aku suka ekspresi-mu ketika diam-diam bermain game saat jam kerja. Aku suka cara bicaramu yang tidak terlalu formal, tapi enak diajak ngobrol. Aku suka caramu bersikap ramah kepada setiap orang yang kamu temui, dengan menyalami mereka, menepuk pundak, bahkan memberi pelukan hangat sambil terkekeh jail. Aku suka caramu meminta tolong pada orang lain, dengan wajah malu-malu dan segan, tapi tetap ramah. Aku suka melihatmu ketika diam-diam merapikan rambutmu yang sedikit kusu...

dua minggu

30-Mar-16 Dua minggu. Selalu dua minggu. Tahun lalu, tahun ini pun. Sama. Hanya dua minggu waktu yang diberikan untukku. Dua minggu di tahun lalu, di tengah kosongnya hati ini, di saat rasa ini tidak mau terganggu oleh rasa apapun yang nantinya akan merepotkan, di kala aku tidak mau memikirkan hal yang berhubungan dengan rasa dan hati, tiba-tiba kamu menyusup masuk, tanpa bisa ditahan dan ditolak. Inginku bisa menikmati dan merasakan lebih lama, tapi waktu yang Tuhan berikan hanya dua minggu. Kali ini pun, sama seperti tahun lalu, hanya dua minggu. Hari pertama, aku tidak peduli. Hari kedua entah kenapa suasana jadi terasa menyenangkan. Hari ketiga rasanya tak ingin jauh-jauh. Dan entah apa lagi yang terjadi hingga hari keempat belas nanti. Meski aku tahu dari awal, waktuku tidak banyak dan hanya akan meninggalkan jejak serta bekas yang menyebalkan, tapi entah kenapa aku tidak bisa menolaknya masuk, tidak bisa mengusirnya, bahkan tidak bisa untuk tidak mengindahkanny...

skin head

30-Mar-16 Seminggu terakhir ini di kantor lagi booming skin head alias botak. Dari semua karyawan cowok yang ada, sekitar 85%-nya dibotakin, mulai dari botak dengan sisa rambut cuma 1 senti, sampe bener--bener plontos. Selidik punya selidik, rupanya ajang botak rame-rame ini adalah acara pamer para anggota serikat pekerja buat menunjukkan power dan kekuasaan mereka, bahwa mereka bisa kompak dengan cara ngebotakin rame-rame. Para director Jepang yang ngeliat fenomena ini mulai khawatir. Pasalnya, di Jepang itu kalo ada yang orang yang mencukur habis rambutnya hingga plontos, itu artinya dia sudah melakukan kesalahan besar dan untuk menebus kesalahannya si orang tersebut membabat habis rambutnya. Makanya, ketika ngeliat banyak karyawan cowok yang tiba-tiba jadi upin-ipin, orang-orang Jepang jadinya berpikir, jangan-jangan para karyawan udah berbuat hal yang jelek. Padahal, kalo di Indonesia sih nggak ngaruh ya, mau berbuat jahat ato nggak, kalo mau botakin kepala ya bo...

Yura - Tottori; Kota Dimana Kamu Bisa Bertemu Conan!

Image
writen at 26-Mar-16 (11-Mar-16) Sebetulnya, Tottori sebelumnya nggak ada di dalam itine.  Pertama, jaraknya cukup jauh dan aku nggak begitu tahu ada spot wisata apa yang ada di Tottori. Tapi, begitu baca liputan para blogger yang pernah kesini, bahwa di Tottori tepatnya di Yura ada Gosho Aoyama Manga Factory, aku sebagai penggemar berat Detektif Conan langsung pukul palu dan berikrar : PERGI KE TOTTORI HUKUMNYA FARDU'AIN! Setelah malam sebelumnya nyari-nyari info soal transportasi ke Tottori, pagi itu aku dan Uul seperti biasa udah standby dan siap meluncur sejak pagi. Awalnya, rencana ke Tottori ini hampir gagal karena berbenturan dengan biaya transport yang mihiiiil. Pake kereta aja bisa makan biaya hampir 12,000 Yen (sekitar 1,3 juta rupiah). Aku sih gapapa karena punya JR PASS, jadi bisa gratis. Tapi kasian Uul, ntar dia kudu puasa 40 hari sepulang dari Tottori. Namun, karena ketemu sama Conan adalah impian yang kudu diwujudkan, maka kedua bolang ini pun nggak ny...

Kyoto; Kota Cantik dengan Suasana Tradisional yang Kental

Image
writen at 26-Mar-16 (10-Mar-16) Setelah semalam diguyur hujan gerimis, pagi itu di Osaka, tepatnya kota Morinomiya dimana apartemen temanku berada sekaligus tempatku bernaung selama di Jepang, berhembus angin dingin dengan suhu hampir 7 derajat. Kalau saja pagi itu nggak inget rencana jelong-jelong ke Kyoto, pasti udah narik selimut dan guling-guling di atas kasur. Plan hari ini adalah menjelajah Kyoto dan sekitarnya.  Tadinya, Kyoto disimpen di itine hari terakhir, tapi setelah dipikir-pikir tempat yang jauh-jauh mending disimpen di hari-hari awal aja, karena kalo di hari terakhir pergi ke tempat jauh, khawatir badan ngedrop kecapean dan bakalan gempor saat pulang nanti. Setelah mandi sambil menggigil (padahal udah pake aer panas), sholat subuh, dendong dan sarapan secukupnya, sekitar jam 7 pagi aku dan Uul ngesot keluar apartement dan siap jelong-jelong. Kami sengaja pergi dari pagi supaya daerah wisata yang nanti bakal kita kunjungi masih sepi dan waktu buat e...