Saya Suka Hujan. Katanya.
Ada banyak orang yang bilang, "Saya suka hujan." Katanya hujan itu menenangkan. Romantis. Bikin melow. Cocok buat ngelamun sambil memandangi tetesan air dari balik jendela. Dan jujur saja? Saya setuju. Saya juga suka hujan. Tapi dengan satu syarat. Saya harus berada di rumah. Atau paling tidak berada di dalam ruangan yang nyaman, hangat, dan terlindung dari hujan. Duduk santai sambil minum kopi, baca buku, atau rebahan di kasur dengan selimut tebal. Kalau situasinya seperti itu, hujan memang terasa menenangkan. Tapi coba ganti sedikit skenarionya. Hujan turun tepat saat kita baru pulang kerja atau pulang hangout. Turun dari stasiun, lalu sadar masih harus jalan kaki sekitar sepuluh menit sampai rumah. Tidak punya kendaraan pribadi. Naik taksi rasanya nanggung. Naik ojek motor? Sama saja, ujung-ujungnya basah juga. Payung yang dibawa pun cuma payung biasa yang entah kenapa selalu gagal melindungi bagian tubuh yang paling penting untuk tetap kering. Kalau cuma gerimis manis sih...