Dari "Cuma Levi Aja" Sampai Satu Pasukan Nendoroid

Beberapa tahun terakhir ini saya lagi senang-senangnya main sama Nendoroid.

Buat yang belum familiar, Nendoroid atau yang biasa disingkat nendo adalah figure karakter anime, manga, film, maupun game dengan gaya chibi, yaitu kepala besar dan tubuh mungil.

Figure ini diproduksi oleh Good Smile Company (GSC) dan biasanya berukuran sekitar 10 cm, pas seukuran genggaman tangan.

Nendo pertama saya, Levi Ackerman - Attack on Titan

Yang bikin nendo beda dari figure biasa adalah mereka bukan sekadar pajangan.

Nendo dilengkapi dengan berbagai parts yang bisa diganti-ganti, mulai dari ekspresi wajah, tangan, kaki, senjata, hingga efek aksi.
Satu karakter bisa punya banyak pose dan kepribadian tergantung parts yang dipasang.

Belum lagi ada body doll yang membuat para nendo bisa dipakaikan baju kain sungguhan seperti boneka kecil.
Buat orang yang suka mix and match outfit, ini jelas ladang kebahagiaan.

Dan entah bagaimana, dari sinilah semua dimulai.

Awalnya saya sama sekali tidak tertarik mengoleksi figure anime.
Saya tahu apa itu Nendoroid.
Saya juga sering melihat foto-fotonya berseliweran di media sosial.
 
Tapi bagi saya waktu itu, figure ya figure.
Paling cuma dipajang di rak, dilihat sesekali, lalu jadi penghuni permanen sudut rumah yang berdebu.
 
Sebagai penganut minimalisme #GAYA, saya justru menghindari barang-barang semacam itu.
Sampai kemudian saya mulai sering melihat Nendoroid Levi Ackerman.
Sialnya, Levi adalah karakter favorit saya dari Attack on Titan.
 
Di situlah saya membuat keputusan yang mengubah nasib dompet saya selama bertahun-tahun ke depan.

Saya cuma mau beli SATU.
Satu saja.
Levi saja.
Tidak ada yang lain.

narator: ternyata itu semua adalah kebohongan.

Suatu hari, terbersit pikiran yang kemudian menjadi awal kehancuran finansial saya.
"Kasihan juga ya Levi sendirian."

Rasanya kurang seru kalau difoto cuma sendiri terus.

Sebagai manusia yang suka bikin cerita di kepala sendiri, saya mulai membayangkan Levi punya teman ngobrol, teman jalan-jalan, teman nongkrong di meja kerja, dan teman buat diajak foto bareng.

Dan karena saya nge-ship Levi dan Hange...
ya sudah.
Tanpa banyak ba bi bu, saya langsung memesan Nendoroid Hange Zoe.


Setelah Levi, saya bilang:
"Cukup sampai Hange."
 
Lalu datang Yuuji.
Setelah Yuuji, saya bilang:
"Cukup sampai trio ini."


Lalu datang Inumaki Toge.
Setelah Toge, saya bilang:
"Yaudah lah, lengkapin JJK aja sekalian."

Dan begitulah manusia selalu punya alasan untuk membenarkan keputusan impulsifnya.
🤣

Setelah itu, koleksi saya berkembang dengan sangat cepat.
Karakter demi karakter dari Jujutsu Kaisen mulai memenuhi meja kerja saya.

Awalnya saya masih bisa menyebutkan nama mereka satu per satu.
Lama-lama saya cuma bisa melihat tagihan kartu kredit dan berkata,
"Oh, ternyata ada yang baru lagi."



Di luar dugaan, nendo bukan cuma memberi saya hobi baru.
Mereka juga memberi saya sesuatu yang beberapa tahun terakhir cukup sulit dicari:
alasan untuk fokus pada hal yang membuat saya senang.

Saat mengganti faceplate, mencari angle foto, menata background, atau membuat cerita receh untuk Instagram, otak saya sibuk memikirkan hal-hal yang menyenangkan.

Dan untuk seseorang yang kadang terlalu rajin overthinking seperti saya, itu adalah hadiah yang sangat berharga.



Kalau dipikir-pikir, yang saya beli sebenarnya bukan cuma figure kecil berkepala besar.

Saya membeli kesenangan.
Saya membeli alasan untuk berhenti overthinking beberapa saat.
Saya membeli hobi yang membuat saya kembali kreatif, mulai dari foto-foto, bikin video, sampai menyusun cerita absurd untuk diposting di Instagram.

Memang dompet jadi lebih tipis.
Memang kadang saya harus pura-pura tidak melihat notifikasi saldo rekening setelah checkout.
Tapi sejauh ini, saya belum pernah menyesal.

Kalau suatu hari nanti anak-anak nendo ini sudah memenuhi satu rak penuh di rumah, mungkin saya akan menertawakan diri saya sendiri yang dulu pernah bersumpah:

"Pokoknya cuma Levi aja."



Dan seperti yang sudah kita ketahui bersama...
itu adalah salah satu kebohongan terbesar dalam sejarah hidup saya.




Ke depannya mau beli nendo lagi nggak?
Pertanyaan macam apa itu?
nyahahaha



Comments

Popular posts from this blog

Wild Heroes

Kumiai

[My Favorite] : yang akhir-akhir ini bikin kecanduan