(Ngebolang) Day 1 Hita City - Oita
Libur musim dingin lalu saya habiskan dengan ngebolang ke empat kota dan dua pulau di Jepang. Plan ngebolang ini tiba-tiba terbersit sekitar bulan Oktober, saat saya lagi baca-baca artikel di website-nya JAL (Japan Airlines).
Saya pun langsung searching berbagai macam spot, transportasi, kuliner dan aktivitas apa aja yang bisa dilakukan di Yufuin dan Ehime. Ketika tahu Yufuin ada di Oita Prefecture, saya tiba-tiba keingetan dengan Hita City yang juga ada di prefecture yang sama dengan Yufuin.
Hita City adalah kota yang sudah lama ada di bucket list saya untuk dikunjungi, karena kota ini merupakan kota kelahiran sang Author dari Manga terkenal Attack on Titan (AoT).
Di kota ini lahir seorang manusia bernama Hajime Isayama, yang membuat saya mengalami trauma emosional selama bertahun-tahun.
![]() |
| Partner ngebolang selama beberapa hari kedepan |
Saya tiba di Hita sekitar jam 11:30, turun di Hita Bus Terminal, ngga jauh dari Hita Station. Baru nyampe di Bus Terminal aja udah disambut sama standee panel karakter AoT.
Lalu saya ngesot dikit ke Hita Station karena ada ‘seseorang’ yang pengen banget saya temui.
Dia adalah Levi Ackerman!
Selain Levi-statue, di sekitar station banyak karakter AoT bertebaran. Mulai dari standee panel di setiap pojokan station dan ruang tunggu, potongan-potongan Manga scene, spanduk, gacha-gacha machine, bahkan di Hita Tourism Information pun ada rental sepeda AoT!
![]() |
| Di depan Hita Station |
Setelah puas *sebenernya belum puas sih* berfoto, ngambil video, memandang Levi-heichou dari dekat, saya melanjutkan perjalanan menuju AoT Café, yang ngga jauh dari station sekitar 5 menit jalan kaki. Ngga usah takut nyasar, dari Hita Station menuju café, banyak gambar Titan yang jadi petunjuk jalan.
Di café, saya disambut Eren di pintu masuk, lalu terdengar lagu-lagu soundtrack anime AoT di dalam café. Di bagian depan café, banyak merch mulai dari acrylic stand, sticker, postcard, sampai kostum dan coat-nya Survey Corps pun ada. Sayangnya merch Levi kebanyakan sold out.
Di café saya cuma pesan ice coffee dan roti manis, karena café-nya hanya menyediakan minuman, camilan dan ice cream. Beruntung saya dapet tempat duduk dengan boneka Levi yang gedeee banget *sakuin bawa pulang
Saya stay di café sekitar 50 menit, setelah puas foto-foto dan video, saya pun pamitan sama mba staff café-nya *lalu sun tangan*
YA NGGA LAH! Setelah mengambil beberapa foto dan video di luar café, yang ternyata banyak dekorasi AoT yang keren banget, saya pun kembali ke Hita Station.
![]() |
| Nyesek dah nyesek liat ini |
![]() |
| Eciyeee akrab wkwk |
Destinasi berikutnya adalah Attack on Titan Museum by ANNEX. Dari Hita Station naik bis sekitar 10 menit. Walaupun dekat, tapi skejul bis-nya jarang banget. Cuma satu jam sekali. Bahkan kalau udah lewat tengah hari bisa tiga jam sekali. So, jangan lupa selalu cek skejul bis ya.
Turun dari bis, kami langsung disambut Titan dan para karakter AoT di pintu masuk. Tiket masuk museum harganya 700 yen untuk dewasa, bisa beli di vending machine. Kalau ngga tau caranya, bisa tanya staff yang ada di sekitar museum.
![]() |
| Bombastic side eyes-nya itu loooh, Heichou! |
![]() |
| Hange ngotot pengen naik Titan Cart, Yang langsung di tolak sama Levi, malu-maluin katanya |
![]() |
| Gantengan mana? |
Di dalam museum bebas foto dan video, kecuali di bagian video interview Bang Haji. Bahkan project mapping pun bebas divideo-in! Tapi tetap jaga manner ya 😊
Di sebelah museum ada merch goods yang lebih lengkap daripada di Café. Saya beli Karintou (keripik) rasa Yakisoba dengan packaging Levi, Hange dan Erwin plus satu travel sticker saat scene Levi menggebug dada Hange dan bilang “Shinzo SASAGEYO! (Dedicated your heart)” *lalu abis itu Hange pergi nyerahin nyawa…. #NANGIS LAGI
![]() |
| Saya sengaja datang pas Christmas season, yang bertepatan sama birthday-nya Levi supaya bisa lihat ini |
Destinasi berikutnya adalah Yufuin City, masih di Oita prefecture, sekitar 1 jam dengan kereta express. Setelah beli tiket kereta, saya pun menunggu di dalam station yang dipenuhi oleh standee Levi dan karakter AoT lainnya.
Ketika jam keberangkatan kereta udah dekat, saya pun masuk ke peron. Satu menit sebelum jam keberangkatan kereta tiba, saya agak heran, kok keretanya ngga dating juga.
Telat kah?
Disitu tiba-tiba jantung saya berdegup kencang seperti mau perang #HALAH dan pandangan saya melayang ke peron sebrang yang tiba-tiba rame dan ada kereta DATANG!
Eh bentar! Bentar! Tadi di jadwal kan peronnya disini, di tempat saya berdiri!? Tetiba saya ragu dan balik ke gate untuk lihat monitor yang memajang nomor peron.
YAOWLOH….
Saya salah peron.
Bayangin aja kalau Levi-heichou ada di situ.
Levi: "Kau ketinggalan kereta?"
Saya: "Iya..."
Levi: "Hn."
Selesai.
Tidak ada simpati. Tidak ada pelukan.
Tidak ada kata-kata manis.
Damage mental +100. 🤣
Seharian ini saya berhasil mengunjungi semua tempat yang sudah lama ada di bucket list. Yang gagal cuma satu. Naik kereta yang benar.
Hari itu saya berhasil bertemu Levi Ackerman.
Sayangnya saya gagal meneladani kemampuan beliau dalam mengambil keputusan di bawah tekanan 🤣🤣🤣
Pasrah ditinggal kereta, saya pun kembali ke ruang tunggu stasiun. Kereta berikutnya ada 1 jam kemudian.
Satu jam kemudian, kereta lokal datang dan kali ini saya NGGA SALAH PERON LAGI! Saya udah standby 10 menit sebelum kereta berangkat. Untungnya ngga terlalu penuh dan saya dapet duduk, karena kebayang aja satu jam lebih berdiri apalagi sambil bawa backpack.
![]() |
| Jadinya naik kereta lokal, tapi justru seneng dapet pengalaman naik kereta jadul! |
Sekitar jam 18:20 saya akhirnya tiba di Yufuin Station. Di musim dingin, langit sudah gelap total. Lampu-lampu kota mulai menyala, udara dingin menusuk sampai ke ujung hidung, dan tenaga saya rasanya tinggal sisa-sisa terakhir setelah seharian muter Hita sambil fangirling tidak terkontrol.
Dari stasiun ke penginapan sebenarnya cuma sekitar sepuluh menit jalan kaki.
Masalahnya, ini saya.
Orang yang punya bakat tersesat bahkan ketika Google Maps sudah berusaha keras membimbing. Ditambah Jepang yang entah kenapa pelit banget sama lampu jalan.
Jadilah perjalanan sepuluh menit itu berubah menjadi petualangan mini yang sukses bikin saya baru tiba sekitar jam 18:40.
Padahal batas check-in jam 18:30. Sepanjang jalan saya sudah membayangkan berbagai kemungkinan buruk.
"Jangan-jangan nggak boleh masuk."
"Jangan-jangan resepsionisnya galak."
"Jangan-jangan saya harus tidur di stasiun."
Untungnya semua itu cuma drama di kepala saya. Begitu sampai di penginapan, staff-nya baik banget. Melihat saya datang sambil ngos-ngosan, membawa backpack segede dosa, wajah kusut akibat angin musim dingin, dan ekspresi memelas minta ampun, mereka tetap menyambut dengan ramah.
Mungkin mereka iba.
Atau mungkin sudah berpengalaman menghadapi tamu-tamu yang kalah perang melawan Google Maps.
Setelah menjelaskan beberapa aturan penginapan, staff menyerahkan kunci kamar, amenity, dan satu set yukata.
Dan di situlah akhirnya saya sadar.
Saya berhasil sampai.
Hari yang dimulai dengan bertemu Levi Ackerman di Hita, berburu merch Attack on Titan, mengunjungi museum, lalu ditutup dengan tragedi salah peron yang membuat saya ditinggal kereta express secara mengenaskan... akhirnya berakhir dengan selamat.
Badan rasanya remuk.
Kaki protes.
Bahu pegal karena backpack.
Harga diri sedikit terluka karena insiden salah peron.
Tapi hati?
Penuh sampai nyaris meluap.
Malam itu saya membuka jendela kamar dan mengintip udara dingin Yufuin sambil membiarkan tubuh beristirahat setelah perjalanan yang panjang. Jauh dari hiruk-pikuk Tokyo, tidak ada suara kereta yang berkejaran, tidak ada jadwal yang perlu dikejar,
dan tidak ada Titan yang harus dilawan.
Hanya kota kecil yang tenang, udara musim dingin yang sejuk, dan rasa syukur karena bisa sampai di sini.
Besok petualangan baru sudah menunggu.
Tapi malam ini, saya ingin menikmati kemenangan kecil terlebih dahulu.
Karena setelah seharian mengikuti jejak Attack on Titan di Hita, berhasil tiba di penginapan tanpa tersesat lagi rasanya sudah cukup pantas masuk kategori:
"Shinzou wo Sasageyo versi backpacker."




















Comments
Post a Comment